Mesoplodon eueu, Spesies Baru Paus Berparuh dari Selandia Baru


Spesies baru dari paus paruh telah diidentifikasi oleh para ahli. Mamalia yang diberi nama Mesoplodon eueu atau paus paruh Ramari ini muncul di seluruh perairan bumi bagian selatan yang beriklim sedang.

Dilansir dari Sci News, laporan kemunculan Mesoplodon eueu ini didapat dari beberapa lokasi seperti Afrika Selatan, Australia dan Aotearoa Selandia Baru.  Dr. Emma Carroll dari Universitas Auckland dan rekan-rekannya mengungkapkan bahwa ada banyak keanekaragaman hayati di laut dalam yang menunggu untuk ditemukan.

“Paus paruh (ziphiid) adalah salah satu penghuni laut dalam yang paling terlihat karena ukurannya yang besar dan tersebar di seluruh dunia. Keragaman taksonomi mereka dan banyak sejarah alam tentang mereka masih kurang dipahami,” jelas Dr. Emma Carroll dan rekan-rekannya kepada Sci News.

“Kami menggabungkan analisis genomik dan morfometrik untuk mengungkap spesies ziiphiid baru di belah bumi selatan, paus paruh Ramari (Mesoplodon eueu) yang namanya memiliki kaitan dengan masyarakat adat di tanah tempat holotipe dan paratipe spesies ditemukan,” lanjutnya.

Dalam penelitian ini, para ahli bertujuan untuk menyelidiki status taksonomi dari populasi paus paruh True atau Mesoplodon mirus. Mereka mengumpulkan dan menganalisi data genomik dan morfologis dari beberapa museum dan spesimen arsip di belahan bumi utara maupun selatan. Ternyata, salah satu spesimennya merupakan spesies baru yang ditemukan di Selandia Baru pada 27 November 2011.

“Hampir satu dekade lalu, seekor paus betina terdampar di pantai barat Te Waipounamu (South Island) Aotearoa Selandia Baru. Panjangnya lima meter dan sedang hamil,” tutur para peneliti.

“Suku lokal Ngāti Māhaki menamainya Nihongore dan tulang-tulangnya dikirim ke Museum Te Papa Tongarewa di Wellington, Selandia Baru untuk dilestarikan,” lanjutnya.
Pada mulanya, para peneliti mengira temuan tersebut adalah paus paruh True pertama yang diitemukan di negara itu. Namun, semua berubah selama mereka bekerja dengan peneliti global.

“Kami segera menyadari bahwa genetika dan bentuk tengkorak paus paruh True di belahan bumi utara sangat berbeda dengan paus paruh True di belahan bumi selatan,” ungkap mereka.

“Mereka telah terpisah selama sekitar setengah juta tahun, mungkin karena mereka tidak menyukai air hangat di dekat khatulistiwa. Jelas bahwa mereka adalah spesies yang berbeda,” tambahnya.

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Demonologi, Studi yang Mempelajari Setan dan Iblis

Kisah Perselingkuhan Lancelot dan Guinevere dalam Legenda Arthurian

Pleiades, Bintang Tujuh Putri dan Tarian Langit Bedhaya Ketawang